Feeds:
Posts
Comments

Atas Nama Cinta

eramuslim – Seorang pakar cinta dari dataran Cina bernama Mo Tzu, yang hidup sekitar (470 s/d 391 sebelum Masehi) mengajarkan sebuah ajaran cinta kepada dunia. Salah satu kalimatnya tentang cinta berbunyi:

“Seorang yang mengaku taat kepada kehendak langit maka dia akan menebar cinta secara mondial, sedang siapa yang ingkar terhadap kehendak langit dipastikan akan bercinta secara parsial.”

Alhamdulillah kita lahir dan besar sebagai muslim, salah satu karakteristik agama Islam di antara agama langit (samawi) adalah dia bersifat universal. Tak peduli akan ras, bahasa, dan benua, Islam adalah agama yang Allah peruntukkan untuk dunia dan Insya Allah juga akan (kembali) menyatukan dunia.

Sehingga berkesan sekali refleksi Asy-Syahid Hasan Al-Banna tentang kesatuan dunia,

“Yang membedakan antara kaum muslimin dan pejuang nasionalis adalah bahwa paham nasionalisme kaum muslimin berdasarkan aqidah Islam. Misalnya, mereka berjuang untuk negara Mesir dengan mati-matian, sebab Mesir adalah bagian dari dunia Islam dan pemimpinnya adalah ummat Islam. Tetapi mereka tidak berhenti sampai di situ saja. Mereka juga berbuat demikian terhadap setiap tanah dan negara Islam yang lain. Sedangkan para pejuang nasionalis berjuang untuk bangsanya saja,”

Begitu kuat pengaruh cinta kepada dunia, sehingga atas nama cinta seorang Khalid bin Walid, laki laki besar dalam sejarah Islam, bisa ‘takluk’ kepada dunia.

Berkata Khalid, hanya karena cintanya terhadap dua hal sajalah yang sanggup membuatnya ‘betah’ berada di dunia, yang pertama cintanya yang menelaga terhadap istri tercinta, dan yang ke dua cintanya untuk berjihad membela agama Allah.

Bahkan atas nama cinta, Allah menjamin 2 golongan dari 7 yang dijamin-Nya akan memperoleh naungan-Nya di saat tidak ada naungan selain Naungan Allah, yaitu seorang yang di masa mudanya mencintai masjid dan dua pasang kekasih yang saling mencinta karena Allah.

Secara global Imam Syafi’i menggambarkan sosok orang yang terbukti sedang jatuh cinta dengan, “Seseorang akan mencintai apa apa yang dicintai oleh orang yang dicintainya.”

Lebih konkrit, gerakan perjuangan Palestina menggambarkan karakterisitk orang yang telah teruji cintanya dan imannya dengan parameter shalat berjamaah di masjid untuk penilaian kelulusan pelaksanakan amanah mulia berupa aksi mengejar syuhada.

Dan atas nama cinta, Zaid bin Tsabit berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Duhai alangkah baiknya negeri Syam itu (Palestina), duhai alangkah baiknya negeri Syam itu.” Para shahabat kemudian bertanya, “Ya Rasulullah, kenapa Engkau memuji Syam seperti itu?” “Para malaikat membentangkan sayapnya atas kota Syam tersebut,” jawab Nabi selanjutnya. (HR Tirmidzi dan Ahmad)

Jadi kira kira apa bukti cinta orang-orang yang berkata, “Aku Bicara Atas Nama Cinta”?

Abu Syahidah

Jazakillah ade’, das versuche ich noch InsyaAllah, mach du’a fur uns alle

Istiqamah

Pendahuluan

Setiap muslim yang telah berikrar bahwa Allah Rabbnya, Islam agamanya dan Muhammad rasulnya, harus senantiasa memahami arti ikrar ini dan mampu merealisasikan nilai-nilainya dalam realitas kehidupannya. Setiap dimensi kehidupannya harus terwarnai dengan nilai-nilai tersebut baik dalam kondisi aman maupun terancam.

Namun dalam realitas kehidupan dan fenomena umat, kita menyadari bahwa tidak setiap orang yang memiliki pemahaman yang baik tentang Islam mampu mengimplementasikan dalam seluruh sisi-sisi kehidupannya. Dan orang yang mampu mengimplementasikannya belum tentu bisa bertahan sesuai yang diharapkan Islam, yaitu komitmen dan istiqomah dalam memegang ajarannya dalam sepanjang perjalanan hidupnya.

Maka istiqomah dalam memegang tali Islam merupakan kewajiban asasi dan sebuah keniscayaan bagi hamba-hamba Allah yang menginginkan husnul khatimah dan harapan-harapan surgaNya. Rasulullah saw bersabda:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Berlaku moderatlah dan beristiqamah, ketahuilah sesungguhnya tidak ada seorang pun dari kalian yang selamat dengan amalnya. Mereka bertanya, “Dan juga kamu Ya … Rasulullah, Beliau bersabda, “Dan juga aku (tidak selamat juga) hanya saja Allah swt telah meliputiku dengan rahmat dan anugerah-Nya.” (H.R. Muslim dari Abu Hurairah).

Istiqamah bukan hanya diperintahkan kepada manusia biasa saja, akan tetapi istiqamah ini juga diperintahkan kepada manusia-manusia besar sepanjang sejarah peradaban dunia, yaitu para Nabi dan Rasul. Perhatikan ayat berikut ini;

“Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Q.S. Hud:112)

Definisi

Istiqamah adalah anonim dari thughyan (penyimpangan atau melampaui batas). Ia bisa berarti berdiri tegak di suatu tempat tanpa pernah bergeser, karena akar kata istiqamah dari kata “qaama” yang berarti berdiri. Maka secara etimologi, istiqamah berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.

Secara terminologi, istiqamah bisa diartikan dengan beberapa pengertian berikut ini;

Abu Bakar As-Shiddiq ra ketika ditanya tentang istiqamah ia menjawab bahwa istiqamah adalah kemurnian tauhid (tidak boleh menyekutukan Allah dengan apa dan siapa pun).

Umar bin Khattab ra berkata,

“Istiqamah adalah komitmen terhadap perintah dan larangan dan tidak boleh menipu sebagaimana tipuan musang”.

Utsman bin Affan ra berkata, “Istiqamah adalah mengikhlaskan amal kepada Allah Taala”

Ali bin Abu Thalib ra berkata, “Istiqamah adalah melaksanakan kewajiban-kewajiban”.

Al-Hasan berkata, “Istiqamah adalah melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan”.

Mujahid berkata, “Istiqamah adalah komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu dengan Allah Taala”.

Ibnu Taimiah berkata, “Mereka beristiqamah dalam mencintai dan beribadah kepada-Nya tanpa menoleh kiri kanan”.

Jadi muslim yang beristiqamah adalah muslim yang selalu mempertahankan keimanan dan akidahnya dalam situasi dan kondisi apapun.

Ia bak batu karang yang tegar menghadapi gempuran ombak-ombak yang datang silih berganti. Ia tidak mudah loyo atau mengalami futur dan degradasi dalam perjalanan dakwah.

Ia senantiasa sabar dalam menghadapi seluruh godaan dalam medan dakwah yang diembannya. Meskipun tahapan dakwah dan tokoh sentralnya mengalami perubahan. Itulah manusia muslim yang sesungguhnya, selalu istiqamah dalam sepanjang jalan dan di seluruh tahapan-tahapan dakwah.

Dalil-Dalil Dan Dasar Istiqomah

Dalam Alquran dan Sunnah Rasulullah saw banyak sekali ayat dan hadits yang berkaitan dengan masalah istiqamah di antaranya adalah;

“Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS 11:112).

Ayat ini mengisyaratkan kepada kita bahwa Rasullah dan orang-orang yang bertaubat bersamanya harus beristiqomah sebagaimana yang telah diperintahkan. Istiqomah dalam mabda (dasar atau awal pemberangkatan), minhaj dan hadaf (tujuan) yang digariskan dan tidak boleh menyimpang dari perintah-perintah ilahiah.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 41: 30-32).

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS 46:13-14)

Empat ayat di atas menggambarkan urgensi istiqamah setelah beriman dan pahala besar yang dijanjikan Allah SWT seperti hilangnya rasa takut, sirnanya kesedihan dan surga bagi hamba-hamba Allah yang senantiasa memperjuangkan nilai-nilai keimanan dalam setiap kondisi atau situasi apapun. Hal ini juga dikuatkan beberapa hadits nabi di bawah ini;

“Aku berkata, “Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku satu perkataan dalam Islam yang aku tidak akan bertanya kepada seorang pun selain engkau. Beliau bersabda, “Katakanlah, “Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamahlah (jangan menyimpang).” (HR Muslim dari Sufyan bin Abdullah)

“Rasulullah saw bersabda, “Berlaku moderatlah dan beristiqomah, ketahuilah sesungguhnya tidak ada seorangpun dari kalian yang selamat dengan amalnya. Mereka bertanya, “Dan juga Anda Ya … Rasulullah, Beliau bersabda, “Dan juga aku (tidak selamat juga) hanya saja Allah swt telah meliputiku dengan rahmat dan anugerahNya.” (HR Muslim dari Abu Hurairah)

Faktor-Faktor Yang Melahirkan Istiqomah

Ibnu Qayyim dalam “Madaarijus Salikiin” menjelaskan bahwa ada enam faktor yang mampu melahirkan istiqomah dalam jiwa seseorang sebagaimana berikut;

1. Beramal dan melakukan optimalisasi

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS 22:78)

2. Berlaku moderat antara tindakan melampui batas dan menyia-nyiakan.

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS 25:67)

Dari Abdullah bin Amru, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setiap amal memiliki puncaknya dan setiap puncak pasti mengalami kefuturan (keloyoan). Maka barang siapa yang pada masa futurnya (kembali) kepada sunnahku, maka ia beruntung dan barang siapa yang pada masa futurnya (kembali) kepada selain itu, maka berarti ia telah celaka”(HR Imam Ahmad dari sahabat Anshar)

3. Tidak melampui batas yang telah digariskan ilmu pengetahuannya

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawaban.” (QS 17:36)

4. Tidak menyandarkan pada faktor kontemporal, melainkan bersandar pada sesuatu yang jelas

5. Ikhlas

“Padahal mereka tidak disuruh melainkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS 98:5)

6. Mengikuti Sunnah

Rasulullah saw bersabda, “Siapa diantara kalian yang masih hidup sesudahku maka dia pasti akan melihat perbedaan yang keras, maka hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para Khalifah Rasyidin (yang lurus), gigitlah ia dengan gigi taringmu.”(Abu Daud dari Al-Irbadl bin Sariah)

Imam Sufyan berkata, “Tidak diterima suatu perkataan kecuali bila ia disertai amal, dan tidaklah lurus perkataan dan amal kecuali dengan niat, dan tidaklah lurus perkataan, amal dan niat kecuali bila sesuai dengan sunnah.”

Dampak Positif Dan Buah Istiqomah

Manusia muslim yang beristiqomah dan yang selalu berkomitmen dengan nilai-nilai kebenaran Islam dalam seluruh aspek hidupnya akan merasakan dampaknya yang positif dan buahnya yang lezat sepanjang hidupnya. Adapun dampak dan buah istiqomah sebagai berikut;

1. Keberanian (Syaja’ah)

Muslim yang selalu istiqomah dalam hidupnya ia akan memiliki keberanian yang luar biasa. Ia tidak akan gentar menghadapi segala rintangan dakwah. Ia tidak akan pernah menjadi seorang pengecut dan pengkhianat dalam hutan belantara perjuangan. Selain itu jugaberbeda dengan orang yang di dalam hatinya ada penyakit nifaq yang senantiasa menimbulkan kegamangan dalam melangkah dan kekuatiran serta ketakutan dalam menghadapi rintangan-rintangan dakwah. Perhatikan firman Allah Taala dalam surat Al-Maidah ayat 52 di bawah ini;

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.”

Dan kita bisa melihat kembali keberanian para sahabat dan para kader dakwah dalam hal ini;

Ketika Rasulullah saw menawarkan pedang kepada para sahabat dalam perang Uhud, seketika Abu Dujanah berkata, “Aku yang akan memenuhi haknya, kemudian membawa pedang itu dan menebaskan ke kepala orang-orang musyrik.” (HR Muslim)

Pada saat seorang sahabat mendapat jawaban dari Rasulullah saw bahwasanya ia masuk surga kalau mati terbunuh dalam medan pertempuran, maka ia tidak pernah menyia-nyiakan waktunya lagi seraya melempar kurma yang ada di genggamannya kemudian ia meluncur ke medan pertempuran dan akhirnya mendapatkan apa yang diinginkan yaitu, syahadah (mati syahid). (Muttafaqun Alaih)

Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abu Thalib setelah ia menerima bendera Islam dalam peperangan Khaibar sebagai berikut, “Jalanlah, jangan menoleh sehingga Allah SWT memberikan kemenangan kepada kamu.” Lantas Ali berjalan, kemudian berhenti sejenak dan tidak menoleh seraya bertanya dengan suara yang keras; “Ya Rasulullah atas dasar apa aku memerangi manusia?” Beliau bersabda, “Perangi mereka sampai bersaksi bahwasanya tiada Tuhan selain Allah……” (HR Muslim)

Inilah gambaran keberanian para sahabat yang lahir dari keistiqomahannya yang harus diteladani oleh generasi-generasi penerus dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan Islam.

2. Ithmi’nan (ketenangan)

Keimanan seorang muslim yang telah sampai pada tangga kesempurnaan akan melahirkan tsabat dan istiqomah dalam medan perjuangan. Tsabat dan istiqomah sendiri akan melahirkan ketenangan, kedamaian dan kebahagian. Meskipun ia melalui rintangan dakwah yang panjang, melewati jalan terjal perjuangan dan menapak tilas lika-liku belantara hutan perjuangan. Karena ia yakin bahwa inilah jalan yang pernah ditempuh oleh hamba-hamba Allah yang agung yaitu para Nabi, Rasul, generasi terbaik setelahnya dan generasi yang bertekad membawa obor estafet dakwahnya. Perhatikan firman Allah di bawah ini;

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepadamusuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS 3:146)

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS 6:82)

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS 13:28)

3. Tafa’ul (optimis)

Keistiqomahan yang dimiliki seorang muslim juga melahirkan sikap optimis. Ia jauh dari sikap pesimis dalam menjalani dan mengarungi lautan kehidupan. Ia senantiasa tidak pernah merasa lelah dan gelisah yang akhirnya melahirkan frustasi dalam menjalani kehidupannya. Kefuturan yang mencoba mengusik jiwa, kegalauan yang ingin mencabik jiwa mutmainnahnya dan kegelisahan yang menghantui benaknya akan terobati dengan keyakinannya kepada kehendak dan putusan-putusan ilahiah. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh beberapa ayat di bawah ini;

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.

Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS 57:22-23)

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.(QS 12: 87)

Ibrahim berkata, “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”.(QS 15:56)

Maka dengan tiga buah istiqamah ini, seorang muslim akan selalu mendapatkan kemenangan dan merasakan kebahagiaan, baik yang ada di dunia maupun yang dijanjikan nanti di akherat kelak. Perhatikan ayat di bawah ini;

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS 41:30-32)

DATA PRIBADI

Nama Lengkap : Noriana

Nama Panggilan : Nori / Ana

Jenis kelamin : Perempuan

Status marital : Lajang

Tempat/Tanggal Lahir : Surabaya, 26 April 1982

Tinggi Badan /Berat Badan: 158 cm / 40 kg

Warna kulit : Sawo matang

Suku : Jawa

Golongan darah : B

Anak ke : 6 dari 6 bersaudara

Alamat rumah : Demak Jaya 2 / 1 Surabaya

No. Tlp/ Hp. : (031) 77388708 / (031 ) 71840060

Email : nuur_ayyasha@telkom.net

Hobby : Membaca dan Mendengarkan Nasyid

Cita – cita : Ilmuwan yang syahidah

Pekerjaan : Guru

Motto Hidup : Al mukminu kan nahli

Warna Favorit : Biru

Makanan Favorit : Nasi goreng & gado-gado

Benda yang paling disukai : Buku

Riwayat Pendidikan :

1. TK RW 10 Demak Jaya

2. SD Negeri Tembok Dukuh 2 No. 84 Surabaya (1989 – 1995)

  1. SLTP Negeri 3 Surabaya (1995 – 1998)
  2. SLTA Negeri 2 Surabaya (1998 – 2001)
  3. S1 Perguruan Tinggi Negeri

Jurusan Biologi FMIPA Universitas Airlangga (2001 – 2006)

Riwayat Organisasi :

  1. Remaja Masjid At-Taubah (1995 – sekarang)
  2. Bendahara II SKI SMAN 2 Surabaya (1999 – 2000)
  3. Divisi SYIAR Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian (2002 – 2003)

Islam (UKMKI) UNAIR

4. Staf Kaderisasi JIMM FMIPA UNAIR (2002 – 2003)

5. Bendahara TPQ At – Taubah (2002 – 2003)

6. Staf Seksi Kesos DPC PKS Bubutan (2002 – 2003)

7. Koordinator HUMAS JIMM FMIPA UNAIR (2003 – 2004)

8. Ka Kerohanian Islam HIMBIO UNAIR (2004 – 2005)

9. Staf Lebah Muda Training Center Al Uswah (2004 – 2005)

10. Staf Pembinaan Uswah Student Center Surabaya (2005 – sekarang)

11. Staf Litbang Smart Club Surabaya (2006 – 2007 )

12. Staf GENTA (Gerakan Cinta) Kec. Bubutan (2007 – sekarang)

Pengalaman Pelatihan :

  1. Training Orientasi Partai (TOP) 1 PK Khoiriyah (2000)
  2. Pelatihan Tentor UKMKI UNAIR – LBB Nurul Fikri Sby (2001)
  3. Achievment Motivation Training (AMT) KSSAPL MIPA (2002)
  4. Pelatihan LKMM TK Dasar BEM FMIPA UNAIR (2002)
  5. Pelatihan LKMM TK Menengah BEM FMIPA UNAIR (2003)
  6. Pelatihan Dakwah Kampus UNAIR (2003)
  7. Pelatihan Be A Good Sales/Dakwah Fardhiyah (2003)
  8. Pelatihan Mentor Uswah Student Center Surabaya (2003)
  9. Trainer Pesantren Ramadhan 1424 H SMAN 2 SBY (2003)
  10. Pelatihan Diklat Jurnalistik HIMBIO UNAIR (2004)
  11. Training Dasar I, DPD Partai Keadilan Sejahtera SBY (2004)
  12. Pelatihan Murabbi & Murabbiyah (Februari 2006)
  13. Training Dasar II, DPD Partai Keadilan Sejahtera SBY (April 2006)
  14. Pelatihan Quantum Teaching KPI – SDIT Al Uswah (Juni 2006)
  15. Pelatihan Classroom Management KPI (Agustus 2006)
  16. Pelatihan Student Active Learning KPI (April 2007)
  17. Pelatihan Guru-guru Matematika ( Agustus 2007)

Pengalaman Forum Ilmiah :

1. Tim Karya Tulis KSSAPL (2004)

2. Peserta Karya Tulis Tk. Jatim (2005)

3. Peserta Karya Tulis Tk. MIPA (2005)

Riwayat Pekerjaan :

1. Pengajar Privat Selama 3 tahun (2001 – 2003)

2. Asisten Dosen Taksonomi Tumbuhan –Biologi FMIPA Unair (2003-2004)

3. Tim Peneliti Ekspedisi Pamurbaya (Pantai Timur Surabaya) (2004-2005)

4. Staf Administrasi SD Mujahidin II Benowo (2006)

5. Staf Pengajar SDIT Al Uswah Surabaya (2006 – sekarang)

6. Staf Pengajar TPQ Terpadu Fathurrohman (2008)

Pengalaman Kepartaian :

1. Staf Bidang Kesra DPC PKS Kecamatan Bubutan (2002 – 2003)

2. Staf Bidang Kaderisasi DPC PKS Kecamatan Bubutan (2003 – 2004)

3. Staf Kaderisasi DPC PKS Kecamatan Bubutan (2006 – 2007)

4. Sekretaris DPRa PKS Kelurahan Tembok Dukuh (2006 – sekarang)

5. Sekretaris DPC PKS Kecamatan Bubutan (2008 – sekarang)

6. Caleg PKS DPRD Tk. II Kota SUrabaya Dapil 1 (2008-2009)

Profil Noriana, S.Si

Caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk DPRD Kota Dapil 1 No. urut 6

“ Beramal untuk Perubahan Lebih Baik”

Namanya cukup pendek, Noriana. Biasa disapa dengan mbak Nori. Keseharian aktivitas kala mahasiswa dipenuhi untuk beramal di Lembaga Swadaya Masyarakat yang bernama Uswah Student Center (USC).

Mbak Nori alumnus SMA Negeri 2, yang termasuk bilangan sekolah favorit di SMU Kompleks. Di angkatan 2001, terkenal sosok yang tak kenal diam. Selalu beraktivitas dalam kebaikan. Mulai dari pengisi tetap kajian keputrian SKI Smada, sampai pengisi kajian mahasiswa Unair.

Ibu Guru ini selalu menyediakan waktu bagi adik2 kelasnya di Smada. Meskipun sudah masuk dua puluh enam, aktivitas “bergaul” bersama adik2 sekolah dan mahasiswa membuat Ibu guru ini tak pernah berhenti untuk selalu belajar dan mengajar.

“ Saya menemukan banyak pengalaman, jika bertemu dengan sosok pemuda dan remaja !, katanya ketika ditanya. Mereka energik, kreatif, visioner, dan tak pernah lelah untuk ber-Inovasi. “ Mereka punya kapasitas untuk menjadi PEMIMPIN BESAR masa depan, ujarnya. Bahkan, kalau urusan Hi-Tech, mbak Nori akan mengacungkan jempol untuk mahasiswa. Mereka bisa belajar cepat untuk urusan teknologi, dengan mudahnya, otodidak. “ Saya sering menjumpai remaja2 seperti mereka lho…

Ketika didaulat untuk mengisi kursi Caleg, menurutnya adalah amanah yang besar. Menjadi Caleg, adalah amanah yang tak mudah. Kita meski kudu belajar mendengar lebih banyak dan lebih lama, mendengar aspirasi masyarakat di sekitar kita. Apalagi, jika ternyata benar-benar menjadi seorang Anggota Legislatif maka harus lebih banyak mencurahkan waktu untuk masyarakat. Karenanya, aspek domestik (di rumahpun) harus beres. Mulai urusan dapur hingga merawat anakpun harus sudah bisa dihandle.

Belajar dari kisah khalifah Umar bin Abdul Aziz, waktu khalifah terbesar itu dibagi menjadi 3 bagian terpenting, yakni 1/3 untuk umatnya kala itu, 1/3 untuk dirinya dalam rangka beribadah sebagai seorang hamba, dan 1/3 lagi untuk keluarga dan kapasitas mengasah diri dan keimanannya.

Apa program yang diusung mbak Nori ?

Pemberdayaan anak muda dan ibu-ibu , ingin saya angkat ke jajaran anggota dewan nantinya. Terlebih untuk anak-anak SMK dan sederajat yang punya skill wirausaha dan bisnis pribadi. Sudah saatnya mereka mendapatkan hak yang sama untuk lapangan pekerjaan. UMR kita belum sampai 1 juta lho. ! Mereka juga punya hak meneruskan pendidikan lebih tinggi. Kalau APBN untuk pendidikan saja sudah 20 %, untuk aspek skill remaja dan pemuda, saya rasa juga bisa dianggarkan. Ibu-ibu juga perlu diberikan ruang agar selalu maju. Jumlah ibu-ibu banyak. Kalau di rasio, hampir 1 :4 dengan jumlah bapak-bapak. Di Pemilu 2009 nanti, Ibu-Ibu dan kaum remaja putri punya andil besar untuk memilih sosok pemimpin. Jangan sampai suara mereka tidak didengar, bisa-bisa aspirasi mereka tiadak akan ada yang membawa….Sayang sekali jika mereka golput. Wis pokoknya, coba dipelajari visi dan misi PKS. Sampai saat ini, mereka (PKS) selalu terdepan menyuarakan aspirasi rakyat.

Sekedar info, Mbak Nori sudah lama terjun di PKS sejak tahun 2001, awal jadi mahasiswa.

“ Saya, pertama kali ikut PKS karena saya lihat sendiri mereka (orang-orang PKS) jujur, dan benar-benar care (peduli). Saya pernah lho masuk di partai lain, Cuma hitungan bulan, ternyata sekretariatnya, benar-benar bersih alias nggak ada kegiatan. Padahal cukup besar lho…”. Kegiatannya hanya sekedar menjelang pemilu. Untuk itu, saya berusaha untuk menebus kesalahan saya.

Oke, deh buat mbak Nori..semoga sukses aja !

Teman-teman yang kenal mbak Nori, dukung ya agar beliau bisa masuk jajaran anggota dewan. Biar aspirasi kita bisa dibawa…Otre ! Ojo lali Tanggal 9 April, centang No. 6 ya. Khusus yang tinggal di kecamatan Gubeng, Krembangan, Genteng, Bubutan, Tegal Sari, Simokerto… @fza-dkk

Betapa tidak, Hartati yang sehari-hari sebagai pemulung ini mendapat door prize berupa Televisi 21 inchi. Ibu yang tinggal di rumah liar (Ruli), Kampung Belian ini tidak bisa menutupi rasa senangnya mendapatkan hadiah .

PK-Sejahtera Online: Nampaknya acara Jalan Sehat Bersama PKS Batam yang digelar Ahad (20/5) dalam rangka memeriahkan puncak Milad PKS ke 10 dan memperingati Harkitnas ke 100 ini menjadi hari yang sangat menyenangkan dan tidak akan terlupakan bagi Hartati dan Lesnawati. Mereka berdua bagaikan mendapat durian runtuh.

Betapa tidak, Hartati yang sehari-hari sebagai pemulung ini mendapat door prize berupa Televisi 21 inchi. Ibu yang tinggal di rumah liar (Ruli), Kampung Belian ini tidak bisa menutupi rasa senangnya mendapatkan hadiah dari panitia yang diserahkan oleh Ketua PKS Kota Batam, Ir. Ricky Indrakari

Hal senada juga dialami oleh Lesnawati. Ibu 40-an tahun itu sangat girang meraih Mesin Cuci merk terkenal. Sambil berlari, ia mengacung-acungkan kupon menuju podium bersama anaknya. Saking semangatnya, tanpa sadar Lesnawati merebut microphone dan memperkenalkan diri bahwa dirinya adalah seorang penyapu jalanan dan tidak lupa mengajak kepada ribuan peserta jalan sehat untuk menjaga kebersihan Batam agar kota yang berjuluk Bandar Dunia Madani ini mendapat Piala Adipura kembali.

Sebelum meninggalkan podium, Hartati dan Lesnawati pun meneriakkan “password” PKS Yes, Allahu Akbar, seperti peserta lainnya yang terlebih dahulu mendapat door prize pada acara yang dilaksanakan di dataran Engku Putri ini.

Acara yang diikuti oleh Ketua PKS Batam, Ir. Ricky Indrakari, Ketua DPW PKS Kepri, Wildan Hadi Purnama, Walikota Batam, Ahmad Dahlan, Anggota DPD RI, Idris Zaini dan beberapa Kepala Dinas ini memang memanjakan peserta dengan hujan hadiah, baik door prize maupun perlombaan yang pernah dilaksanakan pada beberapa waktu lalu.

Tercatat pemenang lomba pidato berbahasa Inggris (Speach Contest) juara I Zabrina Nur Amalia dapat Rp 1juta, juara II Ningsih Eka Putri dapat Rp 759 ribu dan Rahayu Dwi Putri dapat Rp 500 ribu.

Sementara itu, untuk lomba berhitung, juara I Indri Afriani dari SD Tanjung Riau memboyong 1 set Komputer, juara II Berlyana Wulandari dari SD Luqman Al Nur Hakim mendapatkan TV, dan juara III Aulya Puspasari SD Luqman Al Nur Hakin mendapakan tape recorder.

Rangkaian acara dimulai dengan senam nusantara yang dimulai pukul 06:30, kemudian langsung disambung dengan jalan sehat yang dikuti oleh ribuan masyarakat Batam. Juga lomba tarik tambang, balap karung, memecah balon bagi anak-anak dan beberapa perlombaan rakyat lainnya.

(Ibnu Syakir – PKS Batam)

Pengirim: Ningsih
Update: 22/05/2008 Oleh: Ningsih

PKS Batam

2 Ton Beras Perbulan Untuk Kaum Dhuafa

Panitia mentargetkan, pada acara Jalan Sehat PKS besok, sedikitnya 2 (dua) ton beras akan terkumpul. Seluruh kader PKS berkewajiban membawa sekilo beras. “Kami sudah instruksikan satu kader satu kilogram beras”, terang Ricky mantap.

[poi] Pada acara Jalan Sehat PKS yang bakal digelar, Selasa (20/5) besok dalam rangka memeriahkan puncak Milad PKS ke 10 dan juga memperingati Hari Kebangkitan Nasional, panitia mentargetkan sedikitnya 2 ton beras akan terkumpul dan siap disalurkan kepada warga Batam yang kurang mampu

Hal itu diungkapkan Ketua DPD PKS Kota Batam, Ir. Ricky Indrakari di Sekretariat PKS Batam disela-sela meeting struktur DPD PKS Batam membahas strategi pemenangan pemilu 2009

Ricky menjelaskan aksi tanggap pangan merupakan program sosial yang berdasarkan instruksi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) sehingga kegiatan aksi ini dilakukan oleh seluruh struktur PKS hingga daerah-daerah, tak terkecuali di Batam.

Panitia mentargetkan, pada acara Jalan Sehat PKS besok, sedikitnya 2 (dua) ton beras akan terkumpul. Seluruh kader PKS berkewajiban membawa sekilo beras. “Kami sudah instruksikan satu kader satu kilogram beras”, terang Ricky mantap.

Ricky yang sehari-hari tinggal di daerah Tiban ini menyebutkan aksi tanggap pangan PKS Batam bukanlah program sesaat. Karena selain sudah dilaksanakan, juga mulai bulan depan, setiap kader menyetor satu kilogram setiap bulannya. “Target kami setiap bulan ada dua ton”.

Ditemui ditempat yang sama, Ketua Panitia Jalan Sehat PKS, Riza H Yopi menjelaskan, dalam aksi ini, diwajibkan kepada seluruh kader berkontribusi dalam kegiatan ini dengan mengumpulkan beras satu orang satu kilogram. Setelah dikumpulkan akan dibawa terlebih dahulu ke Sekretariat PKS Batam, kemudian baru dibagi kepada keluarga pra sejahtera. Bagi simpatisan dan masyarakat yang ingin berkontribusi juga sudah disediakan poskonya.

Jalan Sehat ini sendiri diperuntukan untuk umum. Ditargetkan sekitar 5000 massa akan memadati lapangan kebesaran Kota Batam tersebut. Yopi beralasan, diadakannya jalan sehat PKS ini agar kader-kader PKS Batam dapat berbaur lebih dekat dan lebih cair dengan masyarakat. Selain itu juga sebagai salah satu kampanye cinta olah raga.

Acara di atas pun bakal di guyur bermacam-macam hadiah dari panitia. Tentu, seluruh peserta berkesempatan untuk meraih door prize menarik, seperti Televisi 21’, Kulkas, Dispenser dan peralatan elektronika lainnya yang jumlahnya puluhan pun siap untuk diboyong oleh peserta.

(Ibnu Syakir – PKS Batam)

Pengirim: Ningsih
Update: 19/05/2008 Oleh: Ningsih

Calon Walikota Palembang yang diusung oleh PKS, Ir H Sarimuda MT memperoleh penghargaan dari presiden RI karena dedikasi beliau selama menjabat sebagai Kadis PU kota Jambi. Setiap tahun Ir H Sarimuda MT selalu mendapat penghargaan piala Adipura, bahkan 7 kali berturut-turut.

PK-Sejahtera Online: “Penghargaan, kendati bentuknya hanya sekedar sehelai kertas, merupakan sesuatu yang tidak ternilai jika dibandingkan dengan uang. Maka untuk memperoleh secarik penhargaan, tak sedikit orang yang rela menukarnya dengan tumpukan uang yang banyak”

Kalimat tersebut tidak berlaku bagi Calon Walikota Palembang yang diusung oleh PKS, Ir H Sarimuda MT yang memperoleh penghargaan dari presiden RI karena dedikasi beliau selama menjabat sebagai Kadis PU kota Jambi. Setiap tahun Ir H Sarimuda MT selalu mendapat penghargaan piala Adipura, bahkan 7 kali berturut-turut. Itu adalah piala Adipura Kencana. Tahun 1992, kepala PU Kota Palembang yang dipimpin oleh Bapak Ir. Aris Abdullah pernah belajar kepada Ir. Sarimuda MT untuk mendapatkan Adipura (untuk kategori kota bersih). Dan rupanya kota Palembang setelah belajar dengan Ir H Sarimuda MT , 15 tahun kemudian baru berhasil mendapatkan piala adipura. Sebetulnya dengan kaitan kota bersih, pengalaman yang menangani kebersihan, tata kota dan pemadam kebabakaran inilah yang membuat Ir. Sarimuda menerima penghargaan langsung dari presiden.

Sangat banyak penghargaan yang telah diterima Ir. Sarimuda MT. Salah satu prestasi yang diterimanya adalah Satya Lencana Karya Satya (2005) yang diberikan oleh presiden atas pengabdian dan prestasinya. Selain itu, beliau juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Pengelola UPCA (Unit Pengelola Campur Aspal) terbaik oleh presiden melalui Menteri PU (pekerjaan Umum), karena keberhasilan mengelola instansi yang dipimpinnya.bukan hanya itu di Jambi juga Ir H Sarimuda MT mendapatkan penghargaan Kamtibnas terbaik dari Kapolri.

Berkat kerja keras dan prestasinya itu, beliau diminta untuk menjadi Kepala Seksi Pembinaan Teknik Jembatan se-Indonesia oleh Bina Marga pada tahun 1993, kemudian menjadi Kepala Seksi untuk Sumsel. Pada amanah baru ini, beliau juga berperan dalam pembuatan jalan lingkar kota di Palembang dan jembatan Musi II. Ir H Sarimuda MT adalah orang yang selalu berpikir jauh kedepan, di masa itu Ir H Sarimuda MT membuat program pembangunan jembatan Musi III yang sudah dicanangkannya pada tahun 1997. Untuk lokasi, Ir H Sarimuda MT memilih daerah Patrajaya- Sei. Buah, karena memang beliau juga memperhitungkan daerah yang sesuai tanpa merusak situs budaya atau daerah warisan sejarah yang ada di Kota Palembang.

Ketika menjabat sebagai Kadinas PU di bengkulu (1997-2004), Ir H Sarimuda MT membuat lahan sawah sekitar 52.000 Ha di Muko-muko, untuk para kesejahteraan para transmigran. Selain itu, Ir H Sarimuda MT mengusahakan seluruh jembatan kayu menjadi jembatan besi. Tidak hanya itu, beliau juga memperhatikan dunia pendidikan dengan cara melengkapi sekolah yang ada dengan infrastruktur yang lengkap, seperti pengadaan laboratorium, mushola dan sebagainya.

Terakhir Ir H Sarimuda MT mengatakan, “Pembangunan harus berwawasan lingkungan. Apalah arti pembangunan jika lingkungan terganggu.” (PKS Sumatera Selatan)

Pengirim: Ningsih
Update: 21/05/2008 Oleh: Ningsih

March 09, 2008 By: Fatkur Category: Artikel, INSPIRASI

Hukum sebab-akibat mengatakan bahwa ganjaran yang kita peroleh dalam hidup ini akan selalu dalam proporsi tepat dengan sumbangan yang kita berikan.
“Berilah dan engkau akan menerima” Betapa sederhananya pernyataan itu, tetapi betapa jauh yang dapat dijangkau hukum tersebut.

Seekor kelelawar perlu mengeluarkan (baca : memberi pancaran) cahaya dari matanya pada malam hari ketika dia ingin mendeteksi (baca : menerima informasi tentang) benda dihadapannya. Ketika dia terbang dan ada suatu benda didepannya maka cahaya dari matanya mengenai benda itu dan memantul sehingga dia bisa mendeteksi keberadaan benda tersebut untuk kemudian menghindari tubrukan dengannya.

Ada pepatah mengatakan bahwa “Kalau ayunan bergerak ke depan, ia juga akan bergerak ke belakang”. Jika kita mempunyai sebuah mobil BMW, toh dia tidak akan banyak memberikan sesuatu kepada kita, bahkan dia enggan mengantarkan kita pergi ke suatu tempat tanpa kita memberi bahan bakar pada dia terlebih dahulu.

Sebagai seorang aktivis yang memahami bahwa Tarbiyah adalah sarana untuk membentuk kperibadian Islami (Syakhsiyah Islamiyah) dan dalam waktu bersamaan sebagai sarana pembentuk karakter da’iyyah maka seharusnya pernyataan diatas bukanlah hal baru, namun terkadang kita lupa untuk lebih jauh mengkajinya. Kita masih sering menemukan diri kita menjadi penuntut yang handal dibandingkan menjadi seorang yang suka memberi tanpa batas. Seorang da’i adalah seorang pelaku dakwah yang dalam tiap waktunya dimanapun dia berada semestinya senantiasa berjuang untuk mencari kesempatan memberi sesuatu. Sesuatu itu bisa berupa ilmu pengetahuan, pertolongan atau bahkan hanya berupa senyuman karena seorang da’i tahu bahwa kebanyakan orang tidak suka dengan wajah cemberut.

Yang sering menjadi problem adalah kita terlalu banyak alasan untuk tidak mau memberi walaupun sebenarnya kita punya segudang sesuatu yang bisa kita berikan. Langkah pertama mungkin bisa dengan melihat bagaimana kita menyikapi sesuatu itu. Ingatlah bahwa Sikap kita terhadap bakat yang kita miliki itu jauh lebih penting dari bakat itu sendiri.

Seseorang dosen yang punya bakat bercerita sebenarnya punya peluang banyak dalam memberi kebaikan jika dia bisa menikmati mulia-nya jadi dosen namun bagi dosen yang senantiasa minta dihargai kata-katanya, berbicara terlalu banyak mungkin menjadi hal yang melelahkan bagi dia.

Seperti kepastian didalam Al Qur’an bahwa senantiasa manusia punya peluang untuk taqwa dan fujur, untuk sukses dan gagal. Seorang da’i (mukmin) adalah orang yang diberikan posisi oleh Allah sebagai orang yang sukses (Muflihun) karena dia senantisa bisa menyeimbangkan antara sabar dan syukur. Dia senantiasa bisa bersikap bahwa kegagalan adalah bukti bahwa dia masih perlu banyak belajar seperti para nelayan yang meyakini bahwa gelombang besar dan badai akan menjadikan mereka lebih tangguh di laut dan Seorang da’i juga meyakini bahwa setiap pertumbuhan membutuhkan tindakan-amal (baca:memberi). Sehingga wajar jika sudah seharusnya Seorang da’i lebih memikirkan apa yang bisa dia berikan pada Islam sebelum dia berharap merasakan buah kejayaan Islam. Dalam konteks mikro, dia adalah orang yang sibuk berbuat untuk dakwah ini sebelum dia berharap nikmatnya buah dakwah.
Siapa yang tidak menabur, tak akan memetik hasilnya, betapa pun hangatnya matahari, sejuknya hujan dan suburnya tanah.
Allah Maha Besar, penolong terbaik, mewajarkan kita untuk mempunya cita-cita terbaik. (Fat)

Impian dan Kemenangan

“A dream is a Wish your heart makes”, begitulah judul sebuah lagu dari OST film klasik Cinderella. Impian adalah sebuah harapan yang muncul dari hati.

Seperti apa impian kita, sangatlah tergantung pada sejauh mana “situasi” yang terjadi di dalam hati kita. Impian juga sering diartikan sebagai sebuah cita-cita jangka panjang dan “Sikap” adalah realisasi dari cita-cita kita. Karenanya, “Sikap” kita akan ditentukan oleh karakter “impian” apa yang kita miliki. “Mimpi” akan menentukan arah “sikap” kita.

Masa depan senantiasa diawali dari sebuah impian, sebuah fantasi, sebuah tujuan yang terlihat jauh di balik cakrawala dan proses menuju kesana tentunya membutuhkan sebuah harga yang harus kita bayar. Sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an Surat Ar-Ra’ad, ayat 11 yang berbunyi : “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Ikhwah fillah, saudaraku semuanya yang kubanggakan, angka 20 % sudah ditentukan oleh para Qiyadah (Pemimpin) kita sebagai sebuah angka sejarah, sebuah angka yang ingin kita raih di Pemilu 2009, sebuah angka yang menjadi impian dan motivasi kita. Bagaimana kita mencapainya, sekali lagi, sangatlah tergantung pada sejauh mana “situasi” yang terjadi di dalam hati kita dan apakah “sikap” kita betul-betul mengarah pada pencapaian impian kita. Dan ketika kita sekarang berbicara tentang “bagaimana mencapai sebuah impian” maka kita sedang berbicara tentang “bagaimana menggapai sebuah keberhasilan”, “bagaimana menjemput sebuah kemenangan“ dan “bagaimana menjadi seorang Pemenang”. Karenanya, kita harus mulai belajar tentang apa yang disebut dengan FIQH KEMENANGAN.

Bagi kita, angka 20 % adalah sebuah motivasi. Sebuah ukuran pencapaian “peak performance” (prestasi terbaik) kita. Namun, jauh lebih penting dari sebuah pencapaian “angka” itu adalah seluruh “amal dan tadhiyah” (usaha dan pengorbanan) kita untuk menggapainya. Karena, tugas kita adalah bekerja dan bekerja, siang dan malam, terus menerus meningkatkan produktivitas dan Tugas Allah SWT – lah yang menilai dan memutuskan hasil dari seluruh kerja dan produk kita. Ust Hilmi aminuddin (Ketua Majelis Syuro) pernah menyampaikan bahwa : “Kemenangan Moral harus mendahului kemenangan material” dan inilah ukuran kemenangan bagi kita.

Paling tidak ada 3 hal yang mesti kita perhatikan agar kita bisa menjemput “impian” sekaligus mendapatkan “kemenangan” yang hakiki dari Allah SWT.
1. Mengakui Kekerdilan di hadapan Allah SWT
Yang diwujudkan dengan Amaliyah yaumiyah (amalan sehari-hari) dengan kualitas yang prima sesuai dengan takaran dan standard yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah saw. Ketundukan kepada Allah dengan penuh ketawadzu’an. Mengakui kekuasaan Allah dan mengharap pertolongan-Nya untuk men-sukses-kan perjuangan yang kita lakukan. Ini justru yang akan memberikan “energi kemenangan” dan menghilangkan “keragu-raguan” untuk melangkah. Seseorang yang sombong, kalaupun dia menang pada awalnya, sesungguhnya itulah awal dari kehancurannya. Ingatlah kisah Fir’aun, Namrud dan Abu Jahal. Seorang abu jahal, salah satu pembesar suku Quraisy yang sombong dan frontal sekali menentang Rasulullah SAW, tidak pernah mengira bahwa dia akhirnya terbunuh oleh seorang pengembala kambing, Abdullah Bin Mas’ud.

Peristiwa itu adalah suatu hal yang tidak terprediksikan oleh semua kalangan termasuk dirinya sendiri. Marilah kita evaluasi diri, harus kita hindari, na’udzubillah mindzalik bahwa terlambatnya kemenangan yang kita impikan adalah karena kekeroposan moral yang kita miliki, jauhnya kualitas dan kuantitas amaliyah yaumiyah dari standar Rasulullah SAW. Na’udzubillah min dzalik (Kita berlindung dari Allah atas semua itu). Renungkanlah kandungan Al Qur’an dalam Surat Al Hajj : 77 yang berbunyi “Hai orang-orang yang beriman ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan agar kamu mendapat kemenangan…”. Rumus kemenangan adalah ketika kita merasa kerdil dihadapan Allah swt namun kita tidak pernah putus asa untuk terus dan terus memproduksi kebaikan untuk kepentingan ummat.

2. Situasi Kejiwaan
Seorang pejuang sejati dan seorang pemenang senantiasa memiliki situasi kejiwaan yang prima. Tidak pernah merasa sedih, kendor dalam perjuangan apalagi putus asa. Tidak ada rumus seperti itu bagi seorang pemenang sejati. Tersebut dalam QS Ali Imron : 139 :” Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. Ayat ini turun ketika kaum muslimin baru saja mengalami “kekalahan materi” dalam perang uhud. Ayat ini datang bukan untuk mengembalikan “kekalahan materi” namun menegaskan kepada para sahabat bahwa mereka tetap menang di hadapan Allah SWT ketika mereka tidak mengalami “kekalahan moral”, mereka masih dalam keadaan beriman dan itulah yang menjadikan mereka tetap menjadi orang-orang yang paling tinggi (derajatnya). Ingatlah bahwa mencari materi itu jauh lebih mudah daripada membangun moral yang rapuh.
Situasi kejiwaan seperti ini perlu dijaga karena perjuangan ke depan masih panjang. Lihatlah bahwa jauh hari sebelum terjadi perang uhud sebenarnya Rasulullah saw sudah merencanakan sebuah peperangan yang lebih besar yaitu Perang Al Ahzab (Khandaq) dimana kaum muslimin menghadapi kekuatan Multinasional, seluruh kekuatan dari yahudi, musyrikin dan nashrani yang bersekutu. Karena besarnya peperangan ini maka dikabarkan jauh hari oleh Rasulullah saw. “Kekalahan” dalam perang uhud sempat membuat para sahabat sedih berlama-lama atau merasa lemah padahal ada peperangan berikutnya yang sedang menunggu. Karenanya kemudian diturunkan ayat berikutnya di QS Ali Imron 140 : “Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)..”. Kegagalan tidak membuat situasi kejiwaan kita rapuh tapi justru memicu kita untuk menarik hikmah dan segera bangkit kembali menyongsong dan menjemput kemenangan.

3. Memiliki Visi yang Jelas

Kita bukanlah paguyuban politik. Yang tahun ini milih partai A dan tahun depan milih partai B disesuaikan dengan kepentingan sesaat. Namun kita adalah Partai kader, sekelompok orang yang memiliki misi dan visi yang jelas. Allah berfirman dalam QS 3:104 : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” Amar ma’ruf akan terus menjadi misi kita. Karenanya, jika proses amar ma’ruf ini lemah didalam diri dan partai kita maka “indikasi kekalahan” sudah nyata dihadapan kita. Ikhwah fillah, saudaraku semua yang kubanggakan, sesibuk apapun aktivitas siyasi (kepartaian) kita maka jangan pernah meninggalkan aktivitas tarbawiyah, jangan pernah meninggalkan proses saling mengingatkan diantara kita, ini lah salah satu ruh perjuangan kita. Dan inilah ciri seorang pemenang. Tidak pernah berhenti untuk menyeru kebaikan dan beramar ma’ruf nahi munkar walaupun kepada orang yang merasa jadi musuh-musuhnya. Senantiasa ada ruang untuk merubah seseorang. Amar ma’ruf inilah yang menjadikan kekuatan Islam menjadi kuat ketika Khalid bin Walid, Umar bin Khattab dan Abu Sofyan bergabung kepada Islam. (Fat)

June 09, 2008 By: Fatkur Category: AKTIVITAS

Minggu 8 Juni 2008, masyarakat Surabaya datang berduyun-duyun menuju MILAD (Hari Jadi) PKS ke X di Gelora Pancasila. Mereka terlebih dahulu berpawai menggunakan Bis mini, angkutan Umum, mobil, dan sepeda motor dari titik simpul di masing-masing kecamatan. Acara yang dihadiri oleh Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid beserta istri dr Diana dan juga salah seorang Anggota Fraksi PKS DPR RI, Soeripto, berjalan dengan aman, tertib dan meriah. Hadir pula dalam acara itu Cak Kadar, Budayawan Pusura sekaligus tokoh masyarakat Jatim dan Pujianto, tokoh buruh Jatim dari Asosiasi Pengusaha Metal Jawa timur.

Gelora Pancasila terasa sesak karena tidak muat menampung massa yang hadir sehingga meluber keluar gedung. Tidak kurang dari 8000 kader, simpatisan dan masyarakat Surabaya datang di acara tersebut ditambah massa dari sidoarjo dan Gresik sekitar 4000 orang. ”Terlepas dari berbagai kekurangan yang masih kita rasakan, acara MILAD (Hari Jadi) kali ini terbilang cukup SUKSES terutama dalam mobilisasi massa, kerja keras teman-teman di DPC luar biasa, dengan keterbatasan SDM dan dana, mereka bisa membawa tidak kurang dari 8000 masyarakat Surabaya dari target awal 6000 orang, ini patut kita syukuri. Ini Prestasi dan menunjukkan bahwa mesin politik kita berjalan dengan baik”, kata Fatkur Rohman selaku Ketua DPD PKS Kota Surabaya.

Menyikapi berjubelnya massa di Gelora Pancasila sehingga beberapa orang tidak bisa masuk Gedung, Fatkur mengatakan ”Karenanya saya menghimbau kepada seluruh kader dan simpatisan agar pekan ini semuanya mengusahakan untuk SHILATURAHIM terutama ke masyarkat yang kemarin sempat diajak ke acara MILAD dan melakukan 2 hal yaitu : 1. Mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan partisipasinya di acara Milad di Gelora Pancasila. 2. Menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada masyarakat yang kebetulan tidak mendapatkan fasilitas yang memadai dari panitia saat acara berlangsung misalnya tidak berkesempatan masuk ke gedung dan PKS insyaAllah senantiasa membuka ruang bagi segala kritikan dan masukan untuk perbaikan acara di masa yang akan datang. Semoga shilaturahim ini tetap menjadikan kita memiliki kedekatan dengan seluruh konstituen dan simpatisan kita”.

Cak Kadar, Budayawan Pusura sekaligus tokoh masyarakat Jatim dalam testimoninya mengutarakan simpatinya kepada PKS dan memberikan harapannya ke PKS agar senantiasa konsisten dalam perjuangan dakwahnya. Kasus Gratifikasi Kota Surabaya, dimana Anggota DPRD II PKS tidak terlibat adalah bukti yang harus terus dipertahankan. Selain itu, Pujianto, tokoh buruh Jatim dengan semangat mengatakan bahwa Anggota DPR RI yang getol memperjuangkan hak buruh hanyalah Anggota DPR RI dari PKS.

Di puncak acara Milad X di Gelora Pancasila, Hidayat Nur Wahid yang secara khusus diundang bersama sang istri dr Diana, menyampaikan bahwa salah satu misi PKS adalah membentuk masyarakat yang madani. Masyarakat madani berbeda dengan civil society, masyarakat madani itu paling tidak dicirikan dengan 3 hal. Pertama, masyarakat madani tidak sama dengan masyarakat medeni (menakutkan-red). masyarakat madani adalah masyarakat yang anti terhadap segala bentuk kekerasan, anarki dan fanatisme. Sikap ini ditunjukkan PKS dengan menolak segala bentuk kekerasan berupa penodaan ajaran agama yang menjadi berita terpanas di media. Namun, tidak lantas menyebabkan PKS berbuat anarki dan melakukan tindak kekerasan fisik. Kalau ada yang men-sweeping dan memukuli masyarkat, tentu PKS juga menolak perlakuan seperti itu. Masyarakat madani harus menyerahkan penyelesaian persoalannya melalui proses hukum yang berlaku.

Kedua, masyarakat madani juga bukan hanya masyarakat yang taqlid buta, ikut-ikutan, masyarakat yang sama saja dari masyarakat sebelumnya, atau dalam bahasa jawanya, bukan hanya madhani (menyamai / meniru ) namun harus inovatif, kreatif, melakukan perbaikan dari kondisi yang sebelumnya. Kalau jadi gubernur Jawa Timur, juga harus bisa berani melakukan perbaikan-perbaikan bukan hanya sama dengan masa lalu.

Ketiga, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang hanya bisa maido (menyalahkan-red) orang lain. Tapi bisa menawarkan solusi. Solusi untuk perbaikan ke depan. Karenanya PKS bekomitmen untuk memberdayakan ekonomi petani, buruh, dan nelayan dengan kebijakan-kebijakan yang memanusiakan, memperhatikan masalah-masalah krusial masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. PKS sudah membuat Platform perjuangan sebagai karya bangsa yang akan diusulkan menjadi alternatif atau referensi pemikiran bagi stakeholders bangsa ini sehingga mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa ini.

Di paparan terakhir Hidayat menyampaikan bahwa untuk mencapai masyarakat madani, perlu diperhatikan salah satu bunyi Hadits Rasulullah yang berbunyi: ” Wahai manusia sebarkan salam, berikan makan pada yang membutuhkan, sambungkanlah tali kasih sayang, dan sholatlah di malam hari ketika orang-orang lain sedang tidur maka dengan itu semuanya kalian bisa masuk surga dengan sejahtera.” (HR. At Tirmidzi, hasan shahih)”.

  1. Wahai manusia, Seruan ini ditujukan kepada semua orang. Masyarakat madani mengakui kemajemukan / pluralitas. Semua orang tidak terkecuali harus tertampung di dalam masyarakat madani, tidak membedakan suku, ras, warna kulit bahkan ideologi atau agama.
  2. Sebarkan Salam. Salam berarti keselamatan, kesejukan, memberi rasa aman bukan anarkis atau kekerasan.
  3. Berikan makan. Masyarakat madani tidak hanya memberi rasa aman dan damai tapi juga memperhatikan kebutuhan hidup mendasar dari masyarkat yaitu kebutuhan makan, penghasilan, ekonomi, tempat tinggal dan lain sebagainya. Harus memperhatikan kondisi masyarakat yang kurang atau dibawah garis kemiskinan. Sangat sulit juga mengajak orang berdamai jika kondisi perutnya lagi kosong.
  4. Sambung shilaturahim. Menjalin silaturahim yang kuat antara rakyat dengan rakyat, rakyat dengan penjabat bahkan pejabat dengan pejabat, karena masyarakat madani bukan hanya masyarakat duniawi yang hanya beriorientasi pada kekuasaan, melainkan kekuasaan itu untuk mendukung nilai-nilai kemaslahatan dan menghadirkan dinul islam dalam kehidupan bermasyarakat dan berkebangsaan.
  5. Sholatlah di malam hari. Masyarakat madani menekankan pentingnya peradaban dan kemajuan namun juga menekankan pentingnya nilai2, norma Hukum dan moral yang ditopang oleh keimanan yang bisa didapat dengan kedekatan pada Tuhan sang pengatur kehidupan semesta alam.

Menimbang banyaknya harapan dari masyarakat Jawa Timur baik dari sisi perbaikan perekonomian, ketersediaan lapangan kerja, perhatian pada masyarakat miskin khususnya petani, peningkatan kesejahteraan guru, lepasnya keteraniayaan buruh oleh pengusaha, tampilnya perilaku politik yang elegan dan sebagainya, momentum 10 tahun Hari Jadi PKS dengan segala kiprah politiknya, Segenap pengurus, kader dan simpatisan DPW PKS Jawa Timur, dengan disaksikan oleh Ketua MPR sekaligus Anggota Majelis syuro PKS, Bapak Hidayat Nur Wahid, menggelar IKRAR KERAKYATAN untuk memenangkan Pak De Karwo sebagai calon Gubernur dan Gus Ipul sebagai Calon Wakil Gubernur Jatim 2008-2013.

PKS memutuskan KARSA (Soekarwo-Syaifullah yusuf) karena dinilai memiliki minimal 3 komitmen yaitu komitmen dalam menjaga kebersihan pemerintahan dan birokrasi dari Korupsi, Komitmen untuk memberikan kepedulian terhadap masyarakat miskin dan komitmen untuk memperbaiki profesionalitas dan kinerja BUMD guna menyongsong Jawa Timur yang Adil dan Sejahtera.

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.