Caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk DPRD Kota Dapil 1 No. urut 6
“ Beramal untuk Perubahan Lebih Baik”
Namanya cukup pendek, Noriana. Biasa disapa dengan mbak Nori. Keseharian aktivitas kala mahasiswa dipenuhi untuk beramal di Lembaga Swadaya Masyarakat yang bernama Uswah Student Center (USC).
Mbak Nori alumnus SMA Negeri 2, yang termasuk bilangan sekolah favorit di SMU Kompleks. Di angkatan 2001, terkenal sosok yang tak kenal diam. Selalu beraktivitas dalam kebaikan. Mulai dari pengisi tetap kajian keputrian SKI Smada, sampai pengisi kajian mahasiswa Unair.
Ibu Guru ini selalu menyediakan waktu bagi adik2 kelasnya di Smada. Meskipun sudah masuk dua puluh enam, aktivitas “bergaul” bersama adik2 sekolah dan mahasiswa membuat Ibu guru ini tak pernah berhenti untuk selalu belajar dan mengajar.
“ Saya menemukan banyak pengalaman, jika bertemu dengan sosok pemuda dan remaja !, katanya ketika ditanya. Mereka energik, kreatif, visioner, dan tak pernah lelah untuk ber-Inovasi. “ Mereka punya kapasitas untuk menjadi PEMIMPIN BESAR masa depan, ujarnya. Bahkan, kalau urusan Hi-Tech, mbak Nori akan mengacungkan jempol untuk mahasiswa. Mereka bisa belajar cepat untuk urusan teknologi, dengan mudahnya, otodidak. “ Saya sering menjumpai remaja2 seperti mereka lho…
Ketika didaulat untuk mengisi kursi Caleg, menurutnya adalah amanah yang besar. Menjadi Caleg, adalah amanah yang tak mudah. Kita meski kudu belajar mendengar lebih banyak dan lebih lama, mendengar aspirasi masyarakat di sekitar kita. Apalagi, jika ternyata benar-benar menjadi seorang Anggota Legislatif maka harus lebih banyak mencurahkan waktu untuk masyarakat. Karenanya, aspek domestik (di rumahpun) harus beres. Mulai urusan dapur hingga merawat anakpun harus sudah bisa dihandle.
Belajar dari kisah khalifah Umar bin Abdul Aziz, waktu khalifah terbesar itu dibagi menjadi 3 bagian terpenting, yakni 1/3 untuk umatnya kala itu, 1/3 untuk dirinya dalam rangka beribadah sebagai seorang hamba, dan 1/3 lagi untuk keluarga dan kapasitas mengasah diri dan keimanannya.
Apa program yang diusung mbak Nori ?
Pemberdayaan anak muda dan ibu-ibu , ingin saya angkat ke jajaran anggota dewan nantinya. Terlebih untuk anak-anak SMK dan sederajat yang punya skill wirausaha dan bisnis pribadi. Sudah saatnya mereka mendapatkan hak yang sama untuk lapangan pekerjaan. UMR kita belum sampai 1 juta lho. ! Mereka juga punya hak meneruskan pendidikan lebih tinggi. Kalau APBN untuk pendidikan saja sudah 20 %, untuk aspek skill remaja dan pemuda, saya rasa juga bisa dianggarkan. Ibu-ibu juga perlu diberikan ruang agar selalu maju. Jumlah ibu-ibu banyak. Kalau di rasio, hampir 1 :4 dengan jumlah bapak-bapak. Di Pemilu 2009 nanti, Ibu-Ibu dan kaum remaja putri punya andil besar untuk memilih sosok pemimpin. Jangan sampai suara mereka tidak didengar, bisa-bisa aspirasi mereka tiadak akan ada yang membawa….Sayang sekali jika mereka golput. Wis pokoknya, coba dipelajari visi dan misi PKS. Sampai saat ini, mereka (PKS) selalu terdepan menyuarakan aspirasi rakyat.
Sekedar info, Mbak Nori sudah lama terjun di PKS sejak tahun 2001, awal jadi mahasiswa.
“ Saya, pertama kali ikut PKS karena saya lihat sendiri mereka (orang-orang PKS) jujur, dan benar-benar care (peduli). Saya pernah lho masuk di partai lain, Cuma hitungan bulan, ternyata sekretariatnya, benar-benar bersih alias nggak ada kegiatan. Padahal cukup besar lho…”. Kegiatannya hanya sekedar menjelang pemilu. Untuk itu, saya berusaha untuk menebus kesalahan saya.
Oke, deh buat mbak Nori..semoga sukses aja !
Teman-teman yang kenal mbak Nori, dukung ya agar beliau bisa masuk jajaran anggota dewan. Biar aspirasi kita bisa dibawa…Otre ! Ojo lali Tanggal 9 April, centang No. 6 ya. Khusus yang tinggal di kecamatan Gubeng, Krembangan, Genteng, Bubutan, Tegal Sari, Simokerto… @fza-dkk
“